Minuman kesukaan?
Air putih (dingin tapi nggak pake es) sama es teh. Simpel kan, yang murah meriah ajalah...hehe
NOTHING IN LIFE SHOULD TO BE FEARED, IT'S ONLY NEED TO BE UNDERSTOOD
Minuman kesukaan?
Air putih (dingin tapi nggak pake es) sama es teh. Simpel kan, yang murah meriah ajalah...hehe
Pilih mana misal harus mengadopsi anak, Upin apa Ipin?
Ini satu paket kalee, asal jangan sama Kak Ros ajah. Hehe...
Betul betul betul?
Kalo jadi penjahat pengennya jadi siapa sih?
Jokerlah pastinya! Alesannya menguasai keadaan hanya dengan bercerita omong kosong belaka.
"why so serious..."
Playlist yang pertama gue kasih nama, "Loving Youth"
Di sini isinya lagu yang slow dan sedikit slow, tentu aja temanya seputar cinta dan beberapa teman-temannya yang belum sempet dikenalin ke gue. PS : lagu ini cocok-cocok aja dimasukin ke sini.
Playlist yang kedua gue kasih nama, "Purple Spirit"
Nah di sini mulai terlihat ketidakwarasan gue. Di playlist ini semua lagunya kenceng, nge-bit kalo kata Om Ebiet G Ade. Mulai dari alternative, punk, pop rock, ampe yang metal ada, dan lagu Bliss yang notabene lagu pop, slow, gue paksa masuk ke playlist ini. Saking gue demennya sama lagu ini, kalo kata Bung Bendol (pelatih timnas Indonesia yang rajin kalah) fenomena ini namanya getol-getol bahenol, yang gue sama sekali nggak ngerti apa maksudnya. Ajaib kan...
Playlist yang ketiga gue kasih nama, "Owl"
Kenapa gue kasih nama Owl? Soalnya isinya lagu-lagunya Owl City yang gue suka, kaya Fireflies, Strawberry Avalanche, Vanilla Twillight, Sunburn, Fuzzy Blue Light, and soon (ni bakso sama pangsit gorengnya ada kan? nggak mau gue, judulnya makan bakso kok isinya soon doang....hahaha). Pastinya lo bisa nebak, Bliss masuk juga di sini. Alunan musik pop itu bercampur dan mengharu biru sama modern techno-nya Owl City. Intronya Bliss sih masuk, soalnya ada sedikit nuansa digital music-nya, tapi waktu udah masuk chorus, bedebammm...pop boy, it is pop music, and you let it blend with this music??? Ooh migot...
Nah biar kalian bisa pada ikutan dengerin sambil nyanyi-nyanyi bersama, sambil goyang dombret tentunya (hyahahaha..), ini gue posting juga liriknya.
Dengerin yaah...

Alice Peacock ft. John Mayer - Bliss
Your touch is electric
I felt it the first time you held me
The way we connected
So easily
I've tried to define it
Searched for the perfect phrase
I've tried to describe it
In a million different ways
(chorus)
It's joy, it's ecstacy, it's truth, it's destiny
And even love is not enough to tell you how you make me feel
There's only one word for this
I've got to admit it
You took my heart by surprise
Don't know how you did it
But baby, I've never felt so alive
(chorus)
It's joy, it's ecstacy, it's truth, it's destiny
And even love is not enough to tell you how you make me feel
There's only one word for this
It's bliss
Hey, you know, baby, know what the future holds
As long as you're here with me
(chorus)
It's joy, it's ecstacy, it's truth, it's destiny
And even love is not enough to tell you how you make me feel
It's faith, it's honesty, it's life, it's everything
To say "I love you"'s not enough to tell you how you make me feel
It's in your smile, in your kiss
It's the reason that I exist
There's only one word for this
It's bliss
It's bliss
It's bliss
Mending mana, pake celana atau nggak pake celana?
Tergantung suasana, kalo mandi ya pake, kalo jalan-jalan y nggak pake, haha becanda. Normalnya manusia lah..hadeeeh ni pertanyaannya lucu2
Tau nggak artinya mandi besar?
Kalo buang air besar berarti pub, yang membutuhkan air dalam jumlah banyak atau besar. Berarti kalo mandi besar tu mandi yang butuh air lebih banyak dari orang pub. Hmm, mungkin itu...
54+65+84+56+1-54-561*84+15^5+8/4+54+15+32+98+74+45+54+15+8*84*0 =
Kacau nih yang bikin soal, but i'll try to answer. Jawaban 1 : Simpelkan dulu perhitungannya, mungkin jadi gini
54+65+84+56+1-54-(561*84)+(15^5)+(8/4)+54+15+32+98+74+45+54+15+(8*84*0) = 712846
Jawaban 2 : BANYAK KALEE!!
Panjang pisang?
Hmm, yang jelas nggak sepanjang kulit pisangnya. Yah mungkin selisih 2-3 cm dari panjang kulitnya, misal kulitnya 15 cm, ya pisangnya 12 ato 13 cm (hihihihi...hayo lho!)
Pernah bantuin orang nyebrang jalan nggak?
Pernah dong pastinya, eyang-eyang pernah, ibu guru pernah, tunanetra pernah, akung-akung juga pernah, tapi yang paling seneng tu nyebrangin yang ada di foto nih...hihihi
Kalo mo jadi superhero sukanya siapa?
Gampang, aku pilih Pahlawan Bertopeng! So easy, cause every super hero wear a mask, spidermen, batman, wolverine? All of them wear a mask...hahaha
Suka cewek cantik manis, apa cewek tomboy?
Aku suka cewek tomboy yang cantik, manis, baik hati, dan nggak lupa solat! Simpel kan?! (padahal suruh milih, malah curhat ya?!)
Well, lets get started for this next posting. Yeah...
Akhir-akhir ini gue lagi disibukin sama jadwal "merapat" tak terduga sama temen-temen. Jujur aja, pembahasan kalo lagi seru ya emang seru, tapi kalo pas lagi bosenin, ya bosenin banget, dan anehnya setiap ngajakin merapat, nggak ada yang bawa bahan sama sekali. What a stupid meeting and it sucks! Sometimes i feel stuck with that meeting, but sometimes i enjoyed. Nevermind, let it flows. Sori guys, pembahasannya masih rahasia, masih keep the secret as a secret, just wait and see what will happend next and what the hell are we doing. Hehe...
But guys, bukan itu maksud gue keindahannya, hehe tar tu lelaki homo-homo itu pada seneng, hahaha. Sorry guys, lo emang pada punya pacar masing-masing, tapi kalo malem pada ketemuan, kalian udah pada kaya homo, eits kecuali gue tentunya. Kalo gue sih emang udah pada yakin kalo gue bukan homo, tapi gue adalah germo. Loh kok germo sih?! Kampret yah lo pada...
*bletal-bletak, jurus tendangan tanpa permisi melayang. (kenapa tendangan tanpa permisi? ya jelaslah, kalo kalian mo lakuin jurus ini pake permisi, ya kalian yang ditendang duluan. Hadeeeh, gitu aja kok nanya...IQ lo lo pada tiarap kali yak?!...Ups bongkar rahasia ya gue?! maap deh...)
Back to the track...jadi sebenernya bukan disitu letak keindahannya, tapi pada kejadian akhir-akhir ini. So sweet, sombrero, dan sobyong! Ada yang tau sobyong?! Haha buat yang ngaku orang jawa, kalo ampe nggak tau yang namanya sobyong, gue laporkan ke Komdis Javanese People. Sorry, Jakarta nggak termasuk Jawa ya!!! Maap!
Jadi gini guys, belakangan ini gue sering mikirin seseorang, dan nggak tau kenapa cuma dengan memikirkannya gue seneng, gue tenang, dan gue nyaman rasanya, apalagi kalo mikirinnya sambil dengerin Alice Peacock ft. John Mayer yang Bliss, rasanya bener-bener nge-fly. Sorry, out of the track for a while, gue punya kesimpulan kalo perasaan nge-fly nggak cuma mendera para junkies, para user narkoba, gue ternyata juga ngerasain! WTF! So, istilah nge-fly udah bukan punya mereka user dan junkies, tapi buat semua orang yang ngerasa perasaan dan pikirannya diawang-awang, melayang-layang gitu deh. Bukan otak sama hatinya nyangkut di layang-layang lho ya?! Soalnya beda persepsi beda artinya, huff udah kaya guru bahasa Indonesia aja nih.
Lets back to the track, i mean the main nukman taufik, eh salah, blah blah, maksudnya to the main topic. Rebek bener deh ni mulut! Nah jadi gitu ceritanya, gue lagi demen-demennya mikirin seseorang di luar sana. Bukan wanita yang "kemaren", tapi ini orang lain. Kalo wanita yang kemaren mah udah basi, udah dimakan rayap, dan rayapnya jauh-jauh diimpor dari Sumatera, hahaha, ada yak rayap sumatera, baru tau gue. Semakin gue mikirin dia, makin sering gue mimpiin dia, dan maap punya maap, mimpinya yang bagus2, bukan kaya lo lo pada, mimpi kok kujanaan mulu. Hadeeeh...punya otak tu disekolahin dong, jangan dibiarin dilaletin, jadinya ngeress mulu. Oiya sekedar info, di kaskus ada yang juwalan sapu lho, sapu ajaib, soalnya bisa nyapu kotoran-kotoran di kepala lo. Canggih kan, makanya kalo punya koneksi internet jangan Miyabi mulu, Maria Ozawa mulu, Suster Keramas mulu (nih special edition buat Om Opick, Hahaha piss...), tapi buat baca-baca artikel kek, info kek, apaan gitu yang bermanfaat. Haha somboong ye gue, bodo ah, sebelum ada yang sombong ke gue, mending gue sombong duluan. Ingat, first in strategy will be the leader for everyone after!
Buset lagunya manteb bener nih emang, Bliss, yeah its bliss!
Hmm, bingung mau cerita darimana, padahal kata orang nulis cerita tentang cinta itu gampang, ternyata nggak segampang omongan mereka. Atau mereka emang asal aja ngomongnya?! Nggak tau deh gue, males ribut bahas kesimpulan sementara kalo nulis cerita cinta tu gampang. Well, gini deh, beberapa bulan terakhir ini gue sering banget jalan sama dia. Nonton lah, makan lah, nganterin dia kursus tow cuman jemput, ngegame di mall, tow just sight seeing in some place in this town. Nggak ngerti kenapa, makin lama makin nyaman aja gue sama dia, dan jujur gue nggak ngarepin apa-apa awalnya sama dia, gue cuma suka aja jalan sama dia, soalnya anaknya asik, rame, lucu, tomboy, pokoknya nyenengin deh. Itu penilaian obyektif gue lho yaa...serius anaknya asik banget. Jadi gue KAYA jalan sama cowok gitu, asik aja, nggak pake jaga image tow apaan lah istilahnya, we just keep it going cause we havent got any edge line (sorry kayanya gue gedein, biar pada nggak ngira kalo gue homo!). Seru aja, dan semua ketemuan-ketemuan kita seringnya justru nggak direncanain. Mendadak pengen kemana, langsung bilang aja, kemana yuk, dan terjadilah agenda dadakan hari itu. Awalnya masih jaga keadaan biar nggak menggila dan sedekat sekarang, tapi ternyata mungkin masing-masing mikir kalo pretending tu nggak enak, jadinya ya gila kaya sekarang.
Hari ini gue ada rencana jalan sama dia, dan untuk pertama kalinya direncanain mau kemana, dan mau pake baju apa. What a sweet situation, i am blushing, much, much, and much more blushing.
Rencananya gini nih :
1. Mau beli buku dulu ke Gramedia, biasalah cari majalah sama novel buat hiburan, dia suka banget baca.
2. Trus habis itu makan, apaan ajah yang halal buat di makan.
3. Baru deh nonton.
Dresscode :
1. Rencananya mau pake ungu-unguan, gue suka warna ungu, dan kebetulan dia juga suka. Mau dipaduin sama celana jeans item, tapi usut-punya usut celana jeans itemnya dia ilang waktu kemaren ke Jakarta. Tuh kan orang Jakarta, udah nyebut kota ini Jawa, sekarang celana jeans diembat juga! Keparat! Fiuh..maap kebawa emosi, wait for a moment, i'll take a glass of water, bukan buat gue minum, tapi buat nyiram kepala gue biar adem.
2. Finally we choose to wear yellow! Yeah, yellow. Pake kuning siapa takut! Asal bukan partai pohon, dan asal bukan gigi lo lo pada ini yang pada jarang gosok gigi. Hayo yang bener sikat gigi apa gosok gigi???
11.24 gue meluncur pake motor gue, my vario, wot abot yu?! Gue lagi demen naek motor, nggak boros bensin, pake mobil, si honda itu suka banget minum, bisa tongpes tar gue. Cuaca siang itu cerah-cerah meronah, nggak panas sama sekali. Cihuy...lumayan terhindar dari sengatan matahari, soalnya sengatan matahari lebih panas daripada sengatan centro lho. Serius gue! Tok tok tok, samlekom, gue udah di depan nih...sori bukan ngetok pintu, tapi gue kirim sms ke dia, hehehe, pagernya segede gaban, mau gue ketok ampe satu dekade dia gak bakal bukain pintu. Pasti ada yang bingung emang rumah segede itu nggak ada bel-nya ya? Ada dong pastinya, tapi lagi eror soalnya kabelnya ada yang dimakan tikus, katanya sih gitu. So, gue pencet belnya diwakilin sama sms gue yang paling keren sedunia, soalnya nggak alay!
Ngomong-ngomong soal alay, kemaren si Dani nemuin alay text generator dari Eyang gue, Eyang Google. Hehehe, nih buat para alay yang pengen mempermudah penulisan, atau lo lo pada yang pengen khilaf dengan menjadi seorang alay, gue kasih link-nya.
And this is the disaster link :
http://alaygenerator.co.cc/
PS : selamat ber-alay-alay ria!!! Hueeeek...
Lanjut yah...
Setelah gue jamuran di depan rumahnya, dia keluar. Wow, so beautiful. She is not preety, but she is beautiful with her yellow shirt. So shiny...i'm enchanted much.
"Sori-sori, lama ya? Lo dateng gue baru aja mo mandi, hyahaha cowok banget kan?!" (mantab)
Sambil jalan ke arah si pinky vario, gue bilang, "Nggak kok, biasa aja kalee, lebay lo!"
Hupp, gue naik, dia naik, gue dan dia naik-naikan..??! Eh nggak gitu, gue naik, dia naik, habis itu dia naikin gue...??! Nggak gitu juga, gimana sih yang bener, oiya gini, gue naik, dia naik, trus berangkat deeh ke tujuan pertama, Gramedia. Dia langsung kabur ke bagian novel-novel sambil bilang, "Gue ke sana dulu, tar gue susul lo di majalah-majalah".
Gue yang tadinya ngikutin langsung putar arah dan jawab, "Oh, oke kalo gitu".
Hahaha jawaban yang sebenernya gue paksain, gue pengennya ngikutin lo, pengen tau buku apa yang seneng banget lo baca. Tapi yaudahlah, klo itu privasi, gue nggak langgar, hehe. Gue udah nyampe di bagian majalah-majalah, cari-cari, baca-baca, sobek-sobek yang belum dibuka (yang ini rahasia ya, gue paling seneng nyobekin sampul buku tow majalah yang masih dibungkus, hehe), dan gue temuin satu majalah kesukaan gue. Bukan popular, bukan playboy, apalagi trubus, majalah concept. Huehehehe...majalah kesukaan gue, soalnya bisa dipake buat gebukin maling saking gede majalahnya. Waktu udah nemutu majalah, gue nggak langsung nyamperin dia, gue masih di sini, baca tabloid bola, lumayan ada yang udah di buka, dan gue pun melanjutkan baca berita di tabloid bola. Lumayan lama juga gue baca, soalnya hampir habis tuh tabloid waktu dia tiba-tiba nongol di samping gue dan bilang, "Ikut gue bentar yuk".
"Kemana emangnya?", gue jawab pasrah karena tangan gue ditarik paksa, atau lebih halusnya digandeng paksa. Awalnya gue nggak sadar kalo this is the first touch that she ever made. Gue masih penasaran sama apa yang bikin dia narik-narik gue ke sini. Well, ternyata dia mau cerita kalo inilah bacaan dia, yap, semua novel yang terhampar di depan gue adalah bacaan dia, dan gue tau sekarang apa yang paling dia suka baca. Iseng gue ambil satu buah novel, langsung deh dia nerocos jelasin intisari buku itu, jalan ceritanya gini, tentang apa dan berakhir gimana ceritanya. Wow, nice explanation with your beautiful voice :)) . Gue taro novel itu, trus gue deketin dia yang sekarang udah ada di ujung rak. Gue ambil lagi satu novel, kali ini gue sempet sedikit baca resensi dibelakangnya, tapi belum selesai gue baca, dia udah jelasin intisarinya, alur, dan akhri ceritanya, dan tentunya lebih mudah gue cerna daripada resensi di bagian belakang buku itu. Apa yang dia ceritain tuh bikin gue tertarik baca buku itu, padahal waktu gue baca resensinya, sama sekali gue nggak tertarik. Serius, cara dia menyampaikan sesuatu tuh seru, menarik. Gue taro lagi itu novel, dan sebelum gue ambil novel di tangan dia, gue nanya,"Novel mana yang belom lo baca?"
"Yang di tangan gue ini, sama tuh yang ada di rak paling depan, ada 5 buku yang belum gue baca, lainnya udah gue baca semua", dia jawab sambil ngeliatin muka gue yang bingung.
Semua novel di rak sepanjang ini udah dia baca semua, dan ternyata juga udah dia beli semua, kecuali 5 buah novel yang baru itu. What?! Nggak salah kalo gue bilang dia menarik, interesting, seru, ternyata makin gue kenal sama dia, dia semakin menarik.
Tanpa bilang-bilang, dia ambil majalah yang ada di tangan kiri gue. "Liat-liat lo beli apaan gue pengen tau".
"Itu majalah desain grafis, concept namanya", gue jawab sambil ngeliatin muka dia yang antusias sama majalah itu. Gue penasaran sama apa yang ada di pikiran dia sekarang, matanya berbinar-binar. Tapi belum sempet gue berpikir apa aja yang ada di pikiran dia, dia balik ngeliatin aku, ngeliatin mataku. Sialan, gue ketangkep basah lagi ngeliatin dia. Ups, saling buang muka deh, dan ini kalimat yang keluar dari mulutnya waktu itu, "Hmm, yawdah ada lagi yang mau dicari? kalo nggak kita makan ya..".
Gue takut banget waktu itu, gue cuma bisa gelengin kepala, itu tandanya gue bukan robot gedek, tapi gue robot geleng. Gue jalan duluan ke kasir, dia di belakang gue, beberapa langkah awal gue bingung, takut dia mikir macem-macem, ternyata gue salah, dia nggak berpikir macem-macem, dia nempelin dua tangannya di punggung gue. Kaya orang maen kereta-keretaan waktu kecil dulu. Lega, plong seketika, perasaan gue campur aduk banget, habis ngerasain takut, sekarang gue ngerasa nyaman lagi. What a bliss is this?!
Dua pasukan kuning beranjak keluar dari gramedia, dan segera meluncur menuju rumah makan paman jenggot warna merah alias KFC. Turun ke ground floor, dan waktu nyampe di KFC, kita berdua sepakat buat pindah tempat aja, KFC rame banget. Mungkin lagi ngadain makan gratis, habis penuh banget, dan itu aja di antrian masih panjang. Gue heran, mereka yang masi antri bayar itu tar mo duduk di mana yak?! Meluncur ke Solaria akhirnya, tapi dia ngeliat ada Mie Nusantara, dia pengen makan itu katanya. Oke deh, kita makan mie nusantara. If this is your desire, i will let me in, with you, hehe. Pesanan kita sama, kecuali pangsit goreng yang ternyata buat bersama, haha. Kompakan nih yee, udah kuning-kuning, menu makanannya juga sama. Cool...
Makan..makan...makan...dan gue sempet ngeliatin muka dia lagi waktu lagi makan. Enaak banget kayanya makanan di depan dia. Ajaib banget nih anak, gue bener-bener disihir, dan kali ini dia nggak sempet mergokin gue yang lagi asik ngeliatin mukanya dia. Atau dia emang sengaja ngebiarin gue ngeliatin wajah cantiknya itu??? I'll choose the second one...hehe pengennya siih...
Semua makanan habis kita lahap, kecuali satu biji pangsit goreng. Udah nggak muat lagi nih perut, dan kita berdua sepakat, tuh pangsit kita tinggalin buat masnya. hahaha bego deeh...
...This stupid thing make me feel...you took my heart by surprised...
Dengan perut kenyang, kita jalan ke Studio 21. Bingung milih filmnya, soalnya kebanyakan udah kita tonton, hmm..."what next lady?", gue nanya.
"Spy next door", kata dia. Lucu sih katanya...
Setelah bingung mikirin filmnya, sekarang kita bingung masalah jamnya, yang sekarang udah mau masuk, padahal masih pengen ngegame. "Masih 10 menitan lagi kok, cukup buat satu kali maen game", gue bilang gitu. Dia nggak jawab, cuman ngangguk aja sambil senyum-senyum bego.
Tiket udah dibeli, dan sekarang kita lagi maen tuh game favorit. Dar der dor...bletak, bletak, boom. Udah ampe level tiga, dan bentar lagi mo tamat, tapi tuh mbaknya di bagian pemanggilan penonton (bener gini yak namanya?) udah bersisik aja, eh berisik maksudnya. Manggilin penonton spy next door udah mau dimulai. Errrr....bentar lagi nih, alhasil kita berdua maen nggak pake konsentrasi, asal maen ampe akhirnya mission failed! Bukannya langsung masuk ke studio, tapi ngakak dulu, "hahahaha failed deh, gara-gara mbaknya nih", gue bilang gitu.
"Iya mbaknya rese banget deh, nggak tau apa lagi asik", dia jawab sambil jalan ke arah studio.
Serius, mbaknya sialan, masih kosong gitu studionya, katanya udah mau dimulai. Edudueee, bilang aja berapa menit lagi mulai, kan enak. Hadeeh...sialan. Dia bukan ikutan nambahin, tapi cuma ketawa ngikik sambil buka majalah gue.
"Foto yah", gue bilang. Dia ngangguk tapi sama sekali nggak ngeliatin gue. Akhirnya gue foto aja dia pake bb gue, hmm emang cantik kok, dalem hati gue bilang gitu. Hihihihi..psstt rahasia lho.
Dia nanya ini apaan, di gambar dalam majalah. Gue jelasin kalo itu tuh kaya peyo.
"Peyo? Peyo itu apaan sih?", dia nanya lagi.
"Semacem seni melipat kertas gitu deh, tapi berbentuk suatu karakter. Lucu lho, ada binatang, ada robot, ada mobil, macem-macem", kata gue gitu sambil sok-sokan nunjuk-nunjuk majalah.
Dia ngangguk-ngangguk, trus senyum ke arah gue. What is the meaning of that smile?!
Film dimulai....
---------------------------------- sambung tar lagi yah, gue mau mandi dulu sambil makan donat 2 hari yang lalu gue simpen di freezer---------------------------------------------------
Dan inilah kutipan pembahasan mereka untuk menyelenggarakan ultah bersama :
Fitri : Samlekom...(dengan lemah lembut dia menyapa novan+ethong yang udah 2 hari nungguin fitri di pinggir sungai Nil sambil mancing ikan dan kemping. Ternyata si Fitri miss flight dari Indonesia dan akhirnya dia memutuskan buat nyewa sampan buat tetep berangkat.)
Ethong+Novan : Komsalam...
Ethong : Kok baru dateng fit, kita udah kaya survivor di sini nih nungguinnya...
Novan : Bener fit...
Fitri bercerita di hadapan majelis pemancing mania pinggiran sungai Nil dengan sedikit meneteskan air mata, tentunya setelah sebelumnya disumpah bahwa pernyataannya harus sesuai dengan apa yang dia alami atau dia akan menderita dubur berdahak.
Setelah penjelasannya yang panjang lebar kali tinggi, maka majelis memutuskan bahwa saudari Fitri tidak bersalah. Setelah meneteskan air mata dengan dihamburi puluhan pendukungnya, Fitri menyempatkan diri untuk sujud syukur dan diakhiri dengan lari tunggang langgang. (what a freak action to follow...)
Novan : Yawdah lo nggak usah nangis gitu dong fit...santai aja kalee (bahasanya cukup metropolis, maklum besar di kota_k makan)
Ethong : Iya fit, lo lo lo santai aja, kita cuma be be becanda kok.
Fitri : Sapa yang nangis sih? Ini aku habis pake tetes mata, soalnya mataku merah.
Novan : Wuihhh keren bener, operasi di mana fit?? Standarnya kan mata manusia tuh putih item, lo bisa jadi merah gitu. Ckckck...gagap teknologi nih gue...
Ethong : Wah gue mau Fit, lo operasi di rumah sakit mana? Gue pengen mata gue warnanya coklat muda, biar matching sama warna kulit gue. Ternyata lo fashion holic juga yah Fit.
Fitri : ................................?!@!(&$!&@#$@#()@#(@)$^!~#! (garuk-garuk kepala yang ditutupin kerudung, lalu menunduk dan mendengus lirih, huff....)
Fitri : Ini mataku merah karena waktu naek sampan aku lupa nggak pake kacamata, bukan karena aku operasi kecantikan mata. Ampun deh kalian ini, baru dua hari hidup di alam liar (kok kaya udah di hutan Amazone aja yak..??) halusinasi kalian udah parah stadium 14. Errrrrr.....
Ethong : Maap fit, gue nggak ngeh beneran. So, kita jadi kan rayain ultah barengan bertiga?? (tanda tanyanya ada dua soalnya yang satu buat Fitri, yang satu lagi buat Novan, biar adil).
Fitri : Ya jadilah, soalnya aku lagi pengen nabung, jadinya harus diirit-irit pengeluarannya...
Novan : So pasti, gue ikutan...
Ethong : Yawdah, klo semua udah pada setuju, sekarang kita pulang ke Indonesia.
Fitri+Novan : .....................................................................(hening)
------------------------------------------------------------------------------------------------
Akhirnya mereka sampai pada kesepakatan buat rayain ultah bertiga, dengan rundown begini :
0. Surprised from us (ini ceritanya rahasia dan mereka nggak ngerti)
1. Karaokean di Pupup Bergembira a.k.a Happpy Puppy sama temen-temen.
2. Makan di Pizza Hut dengan membabi brutal soalnya mereka sepakat ngebebasin mo pilih apaan ajah (saddddaaaaaaap daaaah....)
Poin 0 sama 1 gue skip yah, karena kegilaan disitu udah sering gue alamin, mungkin laen waktu gue share di sini. Gue cuma geli sama kegilaan waktu di Pizza Hut, dan mari jo kita lanjutkan ceritanya.
Capek ngasi surprised plus karaokean 2 jam di Pupup Bergembira, kita semua meluncur ke Pizza Hut Ambarukmo Plaza. Well, agak penuh dan kita berdelapan terpaksa harus duduk empet-empetan, sesekali injek-injekan kaki. Beringas bener.
Pesenan kita lumayan dahsyat, karena si tante artis vokalis band major label itu lagi laparrr, katanya udah nggak makan 3 hari. Beuhhh..kok bisa??
- dua paket yang ber-4
- dua loyang gede pake keju pinggirannya
- 8 minuman custom yang apa aja gue nggak tau namanya
- plus satu salad, sekali lagi gue ulangin, cuman satu salad yang ternyata cukup buat ber-8.
Kalo paket ber-4 pasti lo udah pada tau, loyang yang gede pake pinggiran keju juga udah sering, minuman custom di Pizza juga cuma itu-itu aja, cuma gue nggak tau namanya, tapi....nih salad yang ajaib. Satu mangkuk salad yang kecil itu cukup buat ber-8. Nih gue kasi foto salad ajaibnya.............................

Ampun deh segini banyaknya, ini aja kata Ethong masih bisa lebih banyak lagi, kata dia si Novan udah malu n narik-narik gue. Busyet si Ethong a.k.a Erlita, mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi UGM, ternyata ngambil mata kuliah konsentrasi Cara Mengambil Salad Dengan Efektif dan Efisien. Gue yakin nilai Ethong di mata kuliah itu A+++
*Note : kalo ada yang mau kursus, hubungin gue aja, tar gue kenalin sama Master of Salad.
Udah dulu deh postingannya, udah ditungguin Dany, mo beredar lagi siang menjelang sore ini...
See you next posting, i've got love story to share...hihi just wait and see

Postingan kali ini gue mau bahas tentang main serong, sori maksud gue parkir serong.
Ceritanya gini, tadi sore gue sama dany pergi buat cari kain buat bakal produksi bulan ini dan kita meluncur ke daerah Pakuningratan. Baru tau kan lo ada paku bisa bertebaran di jalanan, kalo nggak di Jogja lo nggak bakal nemuin tuh. Haha, pasti lo pikir tulisan gue di kalimat sebelumnya ngaco?! Nggak, itu beneran, soalnya nama jalan Pakuningratan tuh kalo diartiin artinya Paku yang bertebaran di jalanan.
Detailnya gini nih :
Paku = berarti material bangunan yang sering kita pake buat masang jam, gantungan, poster, dan mungkin buat masang pacar lo di dinding biar nggak kabur kemana-mana.
Ning = tuh artinya di, yang mungkin bisa berarti di mana aja yang nyambung sama kata setelahnya. Contoh misal aja ning kamar artinya di kamar, nah kalo ning nang ning gung artinya joged "tariik maang"
Ratan = artinya jalan, sebut aja jalan raya.
Nah kalo ketiganya kita jadiin satu, Paku+ning+ratan = Paku+di+jalan raya. Kalo diartikan secara harfiah, Pakuningratan tuh artinya paku yang bertebaran di jalan raya. So, jaman dulu di daerah ini konon katanya banyak tukang tambal ban dan itu jadi mata pencaharian terfavorit kala itu setelah petani. Mungkin jaman dulu tukang tambal ban-nya kerja pake jas full sama dasi. Masuk jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore, itu aja absennya pake finger print (udah ada belum yah dulu..;p). Ampe-ampe daerah jadi daerah favorit karena Dagadu Djokdja waktu awal berdirinya milih di daerah Pakuningratan, ya karena termasuk famous area. Kalo di Jakarta, daerah Tebet kali yaa, kalo di Bali ya Legian, dan kalo di Bandung, daerah Trunojoyo (iya nggak sih??! Tau ah..).
Back to the track. Jadi sore itu gue sama dany kan pergi mo beli kain buat next issue di daerah Pakuningratan, tepatnya Tugu Jogja ke utara, trus belokan ke kiri kedua, yang ada rambu-rambu dilarang belok ke kiri dari jam 06.00-14.00, tokonya ada di kanan jalan. Sebelum ke toko kain itu, dany ngajakin gue beli sup buah, sekali lagi sup buah, bukan sup sayur. Brubung-brubung dia udah sering ke situ, mbaknya yang jual udah hapal sama menu pesenan dia, dan waktu si mbak nanya ke gue, "masnya mau pesen apa?". Gue asal aja jawab, "Samain aja mbak" dengan asumsi selera dia rada-rada di atas rata-rata air, eh sori di atas rata-rata maksud gue. Gue asik liatin mbaknya nyiapin pesenan kita berdua, tapinya dari jauh. Nggak mungkin kan gue ngeliatin mbaknya nyiapin pesenan dari jarak 5 cm?! Bisa-bisa mata gue yang dia iris gara-gara dikira buah anggur. Berhubung gue ngeliatinnya cuman dari jauh, jadinya gue nggak tau apa aja yang dia masukin ke sup buah ala dany. Cuma gue agak curiga, soalnya daritadi tuh mbak kayanya nggak pindah-pindah, cuman diem di situuuu aja, padahal toples-toples buah yang di depan dia buanyak, dari mangga ampe nangka ada. Selang beberapa menit mbaknya nganter pesenan kita berdua. Di sinilah puncak keanehan terjadi. Sup buah yang dalam bayangan gue adalah kumpulan buah-buah yang binal dan lezat buat dilahap, ternyata yang ada di depan gue adalah sup buah yang isinya cuma pepaya! oh shit, cuma pepaya. Sekali lagi cuma pepaya, biar manteb. Kampret, dalam hati gue cuma bisa bilang gitu. Sekedar info aja yah, gue paling nggak demen sama buah yang namanya pepaya. Buah pepaya tuh bentuknya udah kaya taik, apalagi waktu masi ada bijinya, duh dalam bayangan gue tuh biji pepaya adalah taik kambing, dan daging buah pepayanya adalah taik kita, taik manusia. Beuhhh...dan sekarang gue harus habisin nih semua??! Isu kalo kiamat tuh dateng tahun 2012 kayanya salah deh. Ni baru 2010 dan gue harus ngelewatin kiamat pepaya ini??! Tidaaakkk...
Setelah 20 menitan akhirnya dany udah melahap habis semua tuh sup buah istimewa versi dia, dan gue, juga berhasil ngabisin sup buah, tapi cuman kuahnya doang, pepayanya masi teronggok di mangkuknya.
"Kok pepayanya nggak lo makan?", dany nanya ke gue sambil ngangkat alisnya.
Dengan sedikit perasaan pengen muntah gue jawab, "Gue nggak doyan pepaya kampret!".
Kaya penjahat yang baru keluar dari rutan, dany langsung ngakak sejadi-jadinya, dan gue cuman bisa manyun. Sialan.
Kebodohan di tempat sup buah akhirnya berakhir. Kita langsung cabut ke toko kain. Mbummm...nyampe deeh. Dipilih, dipilih, kain mana yang mau dipilih...tapi sayangnya, kain baru belum banyak yang dateng, cuma beberapa aja yang baru. Setelah debat kusir antara gue, dany, sama si tukang jual kain, akhirnya kita putusin buat beli warna item, putih, biru navy, sama abu kebiruan. Gue agak ragu sama si tukang jual kain yang ternyata adalah yang punya, karena pekerjanya lagi kabur nggak tau kemana. Kenapa gue ragu karena si empunya toko kain adalah seorang cina yang matanya sipit dan badannya mengeluarkan bau yang aneh. Tapi setelah gue diskusiin sama dua malaikat di pundak kanan dan kiri gue, gue ragu karena matanya yang sipit. Coba aja bayangin kalo waktu nimbang kainnya, misal gue mo beli 25 kg, dan dia nimbangnya cuma 2,5 kg gara-gara tuh koma nggak keliatan kan nggak seru banget. Mending kalo gue niat beli 2.5 kg tapi dapetnya 25 kg mah bagus, kalo bisa sih malah sering-sering. Tapi keraguan gue terjawab seketika, soalnya kenapa, soalnya sebelum dia mau nimbang, dia memasang kacamata di matanya, dan wow, matanya keliatan bulet dan nggak sipit. Mungkin ini yang namanya teknologi, dan kayanya gue udah lama nggak update kacamata ajaib ini. Bener-bener sebuah terobosan besar di tengah krisis ekonomi yang melanda dunia. Akhirnya semua pesenan kain kita resmi jauh dari koreksi, bahkan faktor erornya udah nol koma nol nol, mauttt! Dibayar, diangkut ke mobil, dan kita meluncur ke daerah Pasar Kranggan, trus ntar habis itu ke kantor radio Swarasenggama, ups Swaragama maksud gue, buat meeting acara launching Ouval Research di Jogja, tepatnya di Sevensoul Jl. Cendrawasih. Di tengah perjalanan, ujannya turun dengan membabi brutal. Cuma sebentar kita udah sampe di toko Accu Denso di daerah Ps.Kranggan. Dany mo cek accu mobilnya yang rada-rada rewel. Dia langsung turun buat minta montir cek accu mobilnya. Gue memutuskan tetep di dalem mobil ajah, ujan sih, males buat turun, mending bbm-an deh. Dany bolak-balik ke mobil, sibuk ngurus accu mobilnya, sedangkan gue cuek bbm-an. Waktu nunggu bbm gue yang belum di bales sama temen gue, gue liat ke arah toko accu itu, montir sama dany asik ngobrol, mungkin lagi ngobrolin nomer togel berapa yang tar malem kayanya bakalan keluar, dan gue tertarik ngobrol sama rambu-rambu Parkir Serong yang berdiri tepat di depan mobil. Kasian aja kan tuh rambu-rambu nggak diajak ngobrol, jadi gue dengan berbesar hati mengajaknya ngobrol. Ya nggak mungkinlah gue ngobrol sama rambu-rambu, emangnya udah gila?! Gue terpesona melihat kemolekan tuh rambu-rambu, jadinya gue abadikan aja tuh rambu, soalnya nyentrik sih. Nggak tau norak apa nggak melek informasi, tapi jujur gue baru sekali ini ngeliat ada rambu-rambu kaya gini, Parkir Serong. Maksudnya apaan sih?
Rambu-rambu buat para orang yang suka main serong?
Apa rambu-rambu khusus buat The Changcuters karena salah satu single andalah mereka adalah Main Serong?
Apa parkir khusus buat penjual terong?
Hadeeh...salah semua, yang bener ya di sekitar rambu ini, kalo mau parkir ya arahnya serong. Dengan tujuan biar jalanan nggak sempit dan nggak ganggu jalan. Gitu aja nggak paham, gue aja yang baru ngeliat langsung paham. Tsaah...belagu yee gue. Dany masuk ke mobil dan bilang kalo nggak jadi di cek accu-nya dia, maksud gue accu mobilnya dia, bukan accunya dia, hehe. Agak lama gue menelaah kenapa dia nggak jadi cek accu mobilnya. Awalnya gue pikir karena sebenernya dia tuh tadi cuman nanya nomer togel buat pasang ntar malem, ternyata menurut pengakuan dia setelah di sumpah pake Al-Qur'an, nggak jadi dicek accu mobilnya karena ujan, yak betul karena ujan. Akhirnya kita melanjutkan agenda terakhir hari ini, ke Swaragama.
Parkiran Swaragama udah berhasil dipenuhi mobil dan motor yang parkir dengan biadab. Kalo aja parkirnya lebih rapi, 3-4 mobil lagi masih cukup di tampung di sini. Berhubung parkirnya sungguh-sungguh biadab, jangankan nambah mobil satuu aja, mau keluar aja kayanya susah deh saking parahnya mereka parkir. Hal yang pertama kali terlintas di pikiran gue adalah, sayang banget di sini nggak ada rambu-rambu Parkir Serong. Walopun sekilas kayanya tuh rambu-rambu keliatan ngaco, tapi ternyata memiliki kegunaan yang amat sangat.
Parkir Serong, i lap yu pull daagh ^__^

Well, kondisi waktu itu menggelitik banget buat njepret semuanya biar klo tuh orang dicari sama pak polisi gue punya arsipnya dan mempunyai kekuatan hukum di pengadilan sebagai...jeng jeng jeng...sebagai.....sebagai barang bukti. Sigh...
Nggak gitu-gitu amat sih, waktu itu sore hari, jam pulang kantor, sekitar jam setengah lima gitu deh. Waktu itu gue habis meeting sama anak-anak buat ngebahas acara Jogja Clothing Attack di daerah Tamansiswa (taman tempat para siswa-siswa bermain dan belajar, halah...). Lanjut yaah. Meeting sore itu sih bisa dibilang sepi, karena cuma dihadirin sekitar kurang lebih 10 label clothing dari total 63 label yang diundang. Acaranya sedikit banyak cuman diem-dieman ajah, walopun moderator dan pembicara udah ngasi materi ampe berbusa-busa mulutnya, sedangkan pada audience cuman angguk-angguk, tunduk-tunduk nggak jelas. Situasi ini kayanya udah mirip rapat di DPR, yang para wakil rakyat itu cuman bisa ngikutin rapat tapi tatapan matanya kosong, mentok-mentok mereka pake kacata dan tidurrr. Segitunya ya mereka, udah dipilih sama kita-kita kok waktu udah di atas kaya gitu. Eniwei, mereka tuh di atas ngapain yak??
A. Benerin genteng
B. Bersihin langit-langit
C. Maen layangan
D. Ngintipin tetangga mandi
E. Bikin puisi sambil ngeliat senja di sore hari...
Hahaha...jawaban yang benar tergantung iman masing-masing yaah ;p
Back to the main topic, nah setelah acara yang lama dan membosankan itu, akhirnya gue pun bisa bergegas pulang. Rencananya sih mo ashar dulu baru balik, tapi brubung-brubung kunci mushola-nya diembat sama satpam, jadi ya langsung balik aja deh. Nah usut punya usut, ternyata si satpam tuh nyembunyiin sesuatu di dalam mushola. Dugaan awal adalah seekor wanita, paras pas-pasan, umur tua bangka, dan penampilan membosankan. Ternyata setelah pansus melakukan investigasi di lapangan, seekor wanita itu adalah demenan si satpam. Masyaallah, nyimpen demenan kok di mushola, dikunciin lagi, mending disimpen di freezer kulkas, awet dan nggak peyot-peyot.
Akhirnya gue akhirnya balik setelah dengan sukses kabur dari pansus, soalnya gue diminta jadi saksi di persidangan dengan tersangka seorang satpam dongo. Nah waktu di perempatan Tamsis a.k.a Tamansiswa, apa yang ada di fotolah yang gue liat. Awalnya gue cuek aja, cuman lama-lama gue terangsang, eh ganti jangan terangsang, bahasanya terlalu porno, gue ganti aja jadi tergerak, nah gue tergerak buat mewawancarain si pengendara motor geblek ini. Langkah pertama adalah niat, kemudian setelah gue membaca Doa Mewawancarai Pengendara Motor, akhirnya Vario gue senderin di pohon, hadeeh ya di senderin di aspal lah, lalu mulailah gue melangkah ke pengendara geblek itu. Beginilah wawancaranya :
Gue : Sore pak, bisa mengganggu sebentar?
PM : Anda darimana? bisa tunjukin kartu identitas pers-nya?
Gue : Saya dari sebelah sana pak, dan ini kartu pers saya (setelah gue gambar pake spidol, baru gue kasihin ke si pengendara motor)
PM : Oh baiklah, ada yang bisa saya bantu?
Gue : Begini pak, saya tertarik dengan cara bapak meletakkan motor bapak yang melewati pembatas jalan ini pak? Ini kan jelas-jelas melanggar peraturan??
PM : Sebenernya saiya sudah malas mas menjelaskan ini untuk kesekian kalinya. (usut punya usut, ternyata si bapak juga udah pernah di wawancara majalah HAI, tapi setelah satu tahun si bapak berlangganan Majalah HAI, artikel beliau tidak diterbitkan juga). Tapi sebenernya kalo boleh jujur, saiya ini kebelet pipis mas, dan setiap saiya melewati perempatan ini, kepengenan pipis saiya ini membuncah. (beuhh..bahasanya).
Gue : Oooh...gue pun takjub dengan kejujuran hati seorang pengendara motor ini, karena dia rela melanggar peraturan demi memenuhi birahinya buat pipis. Sungguh ironis sekali si pengendara motor itu. Akhirnya gue pun menyodorkan sebotol aqua kosong buat beliau. "Ini pak pispot dadakan.."
PM : Dengan mata berkaca-kaca dia terima botol aqua kosong itu, "Sungguh cemerlang ide anda wahai anak muda", katanya begitu.
(dia lalu kencing dengan biadab di botol itu dan gue pun berinisiatif buat kabur karena lampu hijaunya 8 detik lagi menyala...)
Ketika lampu hijau menyala gue pun bisa melaju dengan sukses, sedangkan pengendara motor itu panik dengan sukses karena terdengar bunyi klakson motor dan mobil di belakangnya. Gue sempetin nengok ke dia, dan sungguh takjub, dia berbalik ke arah kendaraan di belakangnya dan melanjutkan kencing.
Note : jangan ditiru ya, ini cuma buat pengendara motor yang geblek doang.