Sabtu, 13 Desember 2009
Depok, Jogja
00.23
Pantai ini gelap…
Sepi…
Sunyi sekali…
Kutapakkan kaki di hamparan pasir ini
Dan kubiarkan dinginnya ombak menyapu kedua kakiku
Entahlah, justru hangat yang kurasakan…
Namun beberapa saat kemudian dingin itu menyengat
Dingin sekali…
Kulangkahkan kaki menyusuri bibir pantai…
Sesekali debur ombak membasahi kakiku
Kulihat sepasang kekasih menatap bintang di langit
Senyum keduanya menenangkanku untuk sesaat
Kutersipu melihat suasana romantis itu
Namun ketika debur ombak membasahi kakiku untuk kesekian kali…
Ingin sekali kuteriakan cinta tak seindah itu
Tapi lekas kuputuskan untuk hanya tersenyum dan ikut menatap indahnya bintang
……..menakjubkan…….
Di sini bintang terlihat cukup dekat
Tapi ketika tangan ini mencoba untuk merengkuhnya…
Hampa yang kudapatkan
Ternyata tak seperti yang terlihat
Tapi aku bahagia bisa melihat keindahan itu
Walaupun hanya dari sini…
Hanya dari kejauhan…
Dari tempat di mana aku berdiri
Lagi…debur ombak membasahi kakiku
Kali ini sepertinya cukup kuat debur ombak itu menyapu kakiku
Kudapati sekumpulan pasir menutup kakiku sampai kakiku tak terlihat
Dan aku pun berhenti
Terbersit keinginan menyapu sekumpulan itu dengan tanganku
Tapi kuurungkan itu semua…
Kan kubiarkan ombak yang membawanya kembali
Mungkin setelah beberapa deburan menyapu
Sekumpulan pasir itu kan kembali…menghilang
Kubawa kaki ini kembali melangkah…
Tak tau entah kemana…
Tak tau seberapa jauh…
Hanya melangkah, itu yang aku tau
Hanya melangkah…
Ku terduduk di hamparan pasir ini…
Kembali menatap langit
Mencoba mencari makna untuk apa bintang itu ada di sana…
Di langit…
Ku masih mencoba mencari makna itu
Bahkan ketika ombak telah menyentuh kedua kakiku untuk kesekian kalinya…
Aku masih mencoba mencari makna untuk apa bintang ada di sana
Tiba-tiba saja kulepas sebuah senyuman
Entah apa maksud dari senyuman itu
Entahlah…
Kucoba alihkan semua pertanyaan-pertanyaan di benakku
Kuambil sepotong kayu
Kutuliskan sebuah nama…
Kutuliskan besaaar sekali…
Besar sekali…
Aku ingin sekali mereka bisa melihatnya
Aku ingin mereka melihatnya…
Dari atas sana…
Dari kejauhan…
Yah aku ingin mereka bisa melihatnya
Hanya mereka…
Bintang…
Bulan…
dan awan…
Aku ingin mereka tau nama itu
Aku ingin mereka mengingatnya
Sebuah nama yang cantik
Sebuah nama yang akan selalu di sini
Di hatiku…
Di kepalaku…
Di setiap hembusan nafasku…
Dan aku ingin mereka menjaganya
Selalu…
Air mata ini mengalir deras tepat ketika selesai kutuliskan nama itu
Tak kuasa aku berdiri…
Tubuhku lemas…
Aku terjatuh…
Hanya sepotong kayu ini yang menahanku
Namun hanya beberapa saat…
Karena setelahnya sepotong kayu itu patah
Tak kuasa kayu itu menahan tubuhku
Aku pun tersungkur
Ke hamparan pasir di hadapanku
Tak mampu lagi rasanya berdiri
Habis sudah tenagaku…
Sesaat aku hanya terdiam
Tak bergerak…
Menangis…
Meski pasir ini menempel di bibirku
Aku hanya ingin terus menangis
Karena itu yang aku rasakan
Itu yang aku inginkan
Tak ada lagi lainnya
Setelah air mata habis terkuras
Aku mencoba berdiri…
Dengan sisa-sisa tenaga…
Dan ketika aku berdiri di atas kedua lututku
Aku tersenyum…
Karena ternyata aku menciumnya
Sebuah nama itu
Yang tadi kutuliskan
Dalam senyum
Perlahan air mata kembali menghiasi
Ternyata aku tak mampu membencinya
Sama sekali aku tak mampu
Kata orang jarak antara cinta dan benci itu tipis
Mana…??
Kini aku mempunyai pepatah baru…
”Ketika kamu mencintai seseorang dengan sebuah ketulusan, sesakit apapun itu, sesedih apapun itu, sepahit apapun itu, kamu tak akan pernah berhasil untuk membencinya. Karena semakin kamu berusaha membencinya, hanya semakin mencintainya yang kamu dapatkan. Itu membuktikan klo jarak antara cinta dan benci memang jauh, jauh seperti arti cinta dan benci yang sebenarnya”
NOTHING IN LIFE SHOULD TO BE FEARED, IT'S ONLY NEED TO BE UNDERSTOOD
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar