SEBUAH JEJAK DARI SEBUAH PERJALANAN PANJANG

P.L.E.A.S.E E.N.J.O.Y T.H.E C.O.N.T.E.N.T

Lanjutin baca kalo suka, tinggalin plus kasi comment kalo nggak suka...tararengkyu

NOTHING IN LIFE SHOULD TO BE FEARED, IT'S ONLY NEED TO BE UNDERSTOOD

Kamis, 26 Februari 2009

Saran dan Kritik Untuk Studio21 di Ambarukmo Plaza Yogyakarta


Saking keselnya sama Studio21 Amplaz Jogja, gue akhirnya mutusin buat kirim email ke mereka ke info@21cineplex.com, huh biar ada perubahan gitu. Karena tak akan ada perubahan tanpa adanya perjuangan dan pengorbanan hoho. Perjuangannya ngirim email ke 21cineplex. Nah trus pengorbanannya ya gue siap-siap dibenci sama mereka, atau mungkin malah udah di-blacklist sama mereka. yang namanya dian ajie waskita dilarang nonton di studio21 manapun di Indonesia, kecuali di Afrika (emang studio 21 ampe Afrika yak?? pasti yang nonton Singa-singa gitu deh..). Katanya sih ada studio21 terbaru di tengah-tengah gurun sahara, kursi+screen-nya sih katanya bekas studio21 senayan. Huehehehehe...
Nih simak email gue untuk mereka :

Halo, gue Dian dari Jogja. Waktu pertama kali tau kalo di Jogja bakalan ada Studio21 lagi (setelah dulu kebakaran dan tutup), rasanya seneng banget. Kenapa? karena gue bisa nonton film-film baik lokal maupun manca tanpa harus ketinggalan cerita. Nah tapinya nih, pilihan film yang diputer di Studio21 Ambarukmo Plaza Yogyakarta agak kurang update jika dibandingkan sama film-film yang diputer di studio21 Jakarta. Nih gue kasih beberapa faktanya :
1. Film yang diputer kebanyakan film Indonesia, udah gitu yang horor-horor, dan pemutarannya bisa ampe 2 minggu. Emang sih Film Indonesia harus jadi raja di negri sendiri, tapi kan ya pilih-pilih yang bermutu juga, dan kalo emang nggak mutu ya jangan lama-lama muternya. Apa karena paradigma kuno kalo orang Jogja itu ndeso jadinya cuman suka liat film horor? Atau karena faktor hitungan bisnis?
2. Film Barat (manca) diputer nggak langsung ketika udah premiere dimana-mana. Jadinya kita harus nunggu beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan. Kasus nyatanya waktu
gue liburan di Jakarta trus nonton The Dark Night di Plaza Semanggi. Dua minggu kemudian gue balik ke Jogja, ternyata film itu (The Dark Night) baru premiere di Jogja. Wow! Lama buangett tuh Bos!
3. Harga tiketnya MUAHAL! Masa dua kali harga di kebanyakan studio di Jakarta. Mohon dipertimbangkan. Semakin murah harga studio21 di Jogja, bakalan semakin rame yang nonton dan pasti lebih sering nonton.

Sarannya sih cuman pengen pilihan film lebih diperhatikan, orang Jogja update Juga lho! Untuk harga, jujur sebaiknya diturunin, jangan karena hanya ada SATU buah theater film di Jogja, harga jadi tinggi. Itu monopoli namanya Bos. Ntar kalo udah ada pesaing baru harga diturunin karena konsumen beralih ke yang lain. Jadi sebaiknya jangan aji-mumpung ah. Simbiosis Mutualisme aja. Industri sih industri, tapi ya jangan banget-banget gitu.

Overall, i still like to watch movie at studio21
Hope getting better time after time
Not just for money
Peace


Hot regard's

Dian


Tuh email yang gue  kirim ke mereka. yah semoga sih dibaca, ditelaah, dipelajari, dirapatkan, dan akhirnya diputuskan agar pemilihan film di Jogja nggak melulu film setan (emang orang Jogja suka apa liat setan?!) dan harganya diturunkan jadi 10.000 dan 15.000! Solo aja segitu, kenapa Jogja muahalnya minta ampun. Doakan saja teman-teman.

Rabu, 04 Februari 2009

VARIO VS C70 WAKTU HUJAN


Jogja hujan terus akhir-akhir ini. Padahal menurut kebiasaannya, sehabis tahun baru cina (imlek-red) hujan udah nggak turun separah ini. Lah ini, setiap hari hujan terus, bahkan sesekali hujan turun hampir seharian. Kalo udah mendekati tengah hari, sekitar jam 12 - 1 siang, langit udah mulai mendung. Nanti kalo udah mendekati jam 3 langit udah tambah gelap, mendung banget. Nah menjelang pukul 4 sore, rintik-rintik hujan mulai turun ke telapak bumi (tanah-red). Hujan bisa mengguyur hampir menjelang pukul 10 malam. Hebatkan?

Kau tahu kenapa?
Ini karena ulah kita (manusia-red) di bumi.
Yap, cuma itu, sesingkat itu jawabannya dan kita pasti sadar akan itu

Nah karena mobil lagi ada di bengkel, alhasil setiap hari, yang selalu hujan ini aku harus menghabiskan perjalananku dengan sepeda motor. Honda vario. Becek, mantol bau, celana basah, muka kaya di akupunktur ketika titik-titik hujan menghujam wajahku. Semua itu nggak masalah, soalnya emang udah biasa ujan-ujanan dari dulu waktu sd, hehehe. Tapi ada satu hal yang mengganjal nih. Air yang berasal dari roda motor yang ada didepanku selalu kena ke helmku.

Heran?
Jawabnya pasti heran. Lah motor-motor ini kan sebelum dipasarkan kan pasti mengalami tahap evaluasi final. Kenapa masih ada sedikit masalah di bagian belakang ya, tepatnya di bagian tutup roda bagian belakang. Nah anehnya hal itu cuman terjadi buat motor-motor baru saja. Sebut saja vario, mio, spin, revo, thunder, dan kawan-kawan seperjuangan setelah era 90an.
Tapi buat motor Honda C70, yang keluaran tahun 1970, air hujan tidak akan sampai helm kita meskipun kita berada dekat sekali dibelakangnya. Itu karena tutup roda bagian belakang sangat berhasil menutupi semburan air dari roda bagian belakang ketika melewati genangan air di jalan.

Sekarang pertanyaanya kenapa metode di tahun milenium ini masih kurang sempurna meskipun jika dilihat dari segi kualitas mesin mungkin lebih maju. Apa mereka (produsen-red) memang sengaja menciptakan produk yang tidak sempurna dengan alasan agar produk mereka berikutnya, yang lebih sedikit sempurna akan laku di pasaran?

Kenapa dan kenapa selalu begitu?

WELCOME TO THE CYBER WORLD

Please type the command :

http://fatdee-theadventure.blogspot.com

on your web-browser


Please give attention :
read the blog carefully and leave a comment if you enjoy it
(even agree or dissagree)



Regard's

Diannn (the author's)

For further information, please contact :
email :

kepalamuda@gmail.com

dian_nnn@yahoo.com

phone :
+62 81 9040 54744